Hatifah Putri

Beban Mental Sales Kompor

by on Jan.22, 2012, under my daily life

Beberapa hari yang lalu setelah pulang les, saya dan beberapa teman dekat saya memutuskan untuk mengisi perut di sebuah tempat makan di dekat les-lesan. Berawal dari obrolan yang tidak penting sampai salah seorang teman menceritakan sesuatu yang menggelikan.

Begini ceritanya (dengan sedikit perubahan karena sudah agak lupa hehe :D ):

Suatu hari di sore yang cerah seorang anak dan ibunya sedang berbincang-bincang di depan teras rumah, sedangkan sang ayah sedang berkutat dengan komputernya. Tiba-tiba seseorang yang berpakaian rapi datang menuju rumah.

Anak   :   Buk, buk, itu siapa yang datang?

Ibu      :   Sales nduk, ayo masuk, tutup pintu.

Sang Ibu dan anaknya pun lari ke dalam kamar, tak lama kemudian terdengar seseorang sedang mengetuk pintu.

TOK….TOK….TOK……!

Anak   :   Pak, sales pak, kae pak.

Bapak  :   Oooo, sales tho. Yo..

Setelah bapak  berbincang-bincang sebentar dengan sales, bapak kemudian masuk ke dalam.

Anak   :   Pak, ngapain?

Bapak  :   Ambil pepsodent. Ini pepsodent tho? (dengan menyodorkan pepsodent kepada anak)

Anak   :   Heeh bapak. Ada tulisannya ini lhooo.. PEPSODENT.

Bapak  :   Ya udah.

Karena si Anak ingin tahu, apa yang akan bapaknya lakukan dengan pepsodent tersebut, si anak pun langsung keluar untuk mencari tahu apa yang terjadi. Ternyata sang Bapak sedang berbincang-bincang dengan sales.

Sales   :   Selamat bapak, karena bapak telah menggunakan pepsodent bapak berhak mendapatkan satu buah kompor.

Bapak  :   He? ( tanpa ekspresi )

Sales   :   Iya bapak, bapak berhak mendapatkan satu buah kompor yang canggih. Bapak tahu kegunaan menggunakan pepsodent?

Bapak   :  TIDAK. ( tanpa ekspresi )

Sales     :  Tidak pernah dibaca ya bapak di bungkusnya?

Bapak   :   TIDAK ( tetap yanpa ekspresi )

Sales    :   Bapak sudah lama menggunakan pepsodent ini?

Bapak  :   MUNGKIN ( tanpa ekspresi lagi )

Sales    :  Iya, bapak sudah lama memakainya tapi tidak pernah dibaca ya bapak. Ini bapak bisa mendapat kompor dengan satu pertanyaan. Di mana letak pabrik pepsodent, bapak? Ini bapak dibaca dulu bungkusnya. ( memastikan si bapak tahu jawabannya )

Bapak   :  JAKARTA. ( dengan wajah datar )

Sales     :  Selamat bapak. Akhirnya bapak bisa mendapat kompor ini tapi pajak ditanggung pemenang, jadi bapak harus membayar dua ratus ribu saja.

Bapak   :  Ndak aja mbak.

Sales    :  Lhoo, bapak-bapak rumah sebelah juga sudah mengambil lho bapak.

Bapak   :  Ndak usah aja mbak.

Sales     :  Ini kompor canggih lho bapak. Kalau bapak lupa mematikan kompor, kompor ini nanti bisa mati dengan sendirinya lho bapak.

Bapak   :  Sudah punya yang seperti itu mbak.

Sales     :  Nggak apa-apa bapak buat cadangan.

Bapak   :   Satu sudah cukup mbak.

Sales      :  Kalau begitu untuk anaknya saja bapak.

Bapak    :   Masih sekolah mbak anak saya.

Sales      :   Kalau begitu untuk anaknya nanti kalau sudah menikah saja bapak.

Bapak    :   BIAR BELI SENDIRI.

Setelah berusaha meyakinkan si bapak, akhirnya si sales pun putus asa setelah mendengar jawaban-jawaban si bapak yang benar-benar JLEB menusuk di hati. Si sales pun akhirnya pergi.

Dari cerita itulah saya tahu betapa beratnya beban mental seorang sales.

Kasihan. Semoga selalu diberi kesabaran.

:D :D :D :D

:,

11 Comments for this entry

Leave a Reply

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!