Ngemil Sehat Dengan Kwaci
by Hattiepoed on Mar.12, 2011, under Food, my daily life, Sebait Cerita A7
Akhir-akhir ini teman sekelas sedang tergila-gila ngemil kwaci bunga matahari yang biasa dijual 1000an di kantin.
Enak memang, ada sensasi pengorbanannya untuk mendapatkan kwaci yang mungil harus mengupasnya satu-persatu (hha., lebay
).
Lalu salah seorang teman tiba-tiba menyarankan untuk makan kwaci apalagi kalau ingin diet.
Ternyata, kwaci biji bunga matahari ini memiliki banyak kandungan makanan yang sangat bermanfaat dibalik mungil bentuknya tersebut.
Kwaci bunga matahari favorite hamster ini kaya akan protein, fosfor, lemak, potasium, magnesium, dan besi. Kwaci juga akan megeluarkan minyak apabila dihancurkan. Dan dalam minyak tersebut terkandung asam likoleat yang berguna untuk mengurangi endapan kolestrol pada dinding pembuluh darah.
Kwaci juga mengandung karbohidrat, lemak, Vit.B-6 dan B-12 yang berfungsi mengurangi atau mencegah kecapek’an, Vit.C, Vit.A, mineral, masih banyak kandungan yang berkhasiat yang tersimpan di dalam biji mungil tersebut.
Kita mungkin tidak akan kenyang walau sudah memakan kwaci berbungkus-bungkus (tapi ya jangan rakus-rakus ya., ^_^ ). Dan itu berarti kita telah memasukkan banyak kandungan bermanfaat di dalam kwaci ke dalam tubuh kita tanpa khawatir untuk gemuk. Ditambah, dalam kwaci bunga matahari terdapat omega 6 yang bisa memasok energi yang cukup untuk tubuh jika kita tidak mengkonsumsi nasi ( tapi ya jangan hanya makan kwaci sehari penuh tanpa nasi), dan kwaci bisa sedikit mengurangi nafsu makan kita. Kata lainnya, produk kwaci bunga matahari bisa sedikit membantu bagi yang ingin berdiet tapi tetap ingin ngemil (pantes aja hamtaro dan kawan-kawan tetep kecil
)
Selain itu dengan mengunyah kwaci terus-menerus berarti kita juga melatih rahang bawah kita dan membuat e-mail gigi kuat karena kandungan enzim dari air liur.
Jadi, bagi yang ingin ngemil tapi tetap sehat dan tidak ingin gendut
bisa mencoba ngemil dengan kwaci biji bunga matahari favorit para hamster ini..












March 15th, 2011 on 23:08
Ngemil e ora salah, sing salah adah e kulit kwaci. Kok BAB 1 Pendahuluan dijadikan alas. Bukanne mubadzir tah. Perubahan iklim low
March 17th, 2011 on 15:28
hloh maz.,
hahahha
itu kertas sudah tidak terpakai., kan daripada mubadzir bisa dijadikan adah kulit..
hehehe
March 19th, 2011 on 17:04
dari pada jadi adah kwaci, mending dijadikan kerajinan. Kan lebih efektif da tidak terbuang sia sia menjadi sampah.
Ckakakakakak
March 21st, 2011 on 18:48
kerajinan opo hlo mas.,??
orang cuma selembar.. kalo kerajinan origami bisa juga., tapi ujungnya juga dibuang.,
hhhe
March 21st, 2011 on 19:19
hahahahahah……
mangstap deh… mangan kuwaci … udah lama banget enggak makan kwaci..
sekedar saran, untuk informasi gizi yang terkandung dalam kuaci di atas sebaiknya disebutkan dari mana sumbernya.
dan untuk kertasnya itu masih bisa digunakan, bagian baliknya kan masih kosong, bisa buat coret coretan kalo mengerjakan soal matematika…
March 22nd, 2011 on 14:23
mau kwaci.,?? silahkan beli., ^_^
oke., lain kali akan dilengkapi.,
kertasnya.,?? ehm., teima kasih atas sarannya yang diharap bermanfaat dikemudian hari untuk pencegahan global warming juga.,
hhehehe
January 16th, 2012 on 17:47
blogwalker here. terimakasih atas infonya kakaak, nice advice (y)
January 16th, 2012 on 19:12
denada…. ^_^