Peraturan Dibuat Untuk Di…..
by Hattiepoed on Sep.02, 2012, under Culture, social life
Beberapa waktu yang lalu saya bersama beberapa rekan menyambangi salah satu Rumah Sakit Islam di Madiun untuk menjenguk salah seorang sahabat kami yang sakit dan dirawat di Rumah Sakit tersebut. Ketika akan melaksanakan ibadah sholat ashar, teman-teman langsung menuju mushola dan dalam perjalanan menuju mushola teman-teman menemukan sesuatu yang menggelikan. Yaitu papan larangan yang di bawahnya langsung ada yang melanggarnya. Karena aneh kami pun mengambil gambarnya.
Jelas-jelas papan pelanggaran tersebut ada di sana, bukan merupakan sebuah peraturan tersirat karena maksudnya sudah sangat bisa dimengerti. Tapi mengapa masih saja ada yang melanggarnya secara terang-terangan dan malah di tempat itu sudah ada tali jemuran yang siap dipakai, selain itu, mengapa dari pihak Rumah Sakit membiarkannya saja berjalan setiap harinya. Kalau memang peraturannya sudah tidak berguna dan tidak dipedulikan lagi bahkan oleh pihak yang membuatnya mengapa tidak dicopot saja papannya. Simple kan.
Sebenarnya pelanggaran itu hanyalah salah satu contoh yang sangat kecil tentang ketidakpedulian kita khususnya dan Bangsa Indonesia secara umumnya terhadap suatu peraturan yang ada dan berlaku saat ini. Di luar sana jika kita membuka mata akan terlihat bahwa kita belum bisa menghargai peraturan, boro-boro mematuhinya, bahkan menganggapnya ada saja tidak. Dan penyakit paling parah adalah peraturan hanya akan dipatuhi ketika diperhatikan orang lain. Iya kan?
Peraturan.
Sebenarnya peraturan itu dibuat untuk dipatuhi atau dilanggar? Semua tahu jawabannya, yang baku ya pasti untuk dipatuhi, bukan dilanggar. Tapi praktek di lapangan mengatakannya dengan lain, yaitu untuk dilanggar. Catat saja siapa yang tidak pernah melanggar peraturan, entah peraturan keluarga, sekolah, negara, atau bahkan agama. Jumlah yang tercatat adalah 0 (nol) nama orang.
Klise memang jika kita membicarakan tentang hal ini. Lihat saja, bukan hanya yang diberi peraturan saja yang melanggar, tapi si pembuat atau aparat penegaknya pun juga ikut-ikut melanggar.
Sebagai generasi sekarang, bukannya membela diri tapi kami menginginkan contoh nyata dari generasi diatas kami untuk benar-benar menghargai peraturan. Seseorang tidak akan melakukan sesuatu jika tidak ada contoh dari orang lain. Mungkin banyak yang berkata generasi saat ini rusak tapi tak mengingat siapa yang membesarkannya dan membiarkan generasi ini seperti ini.
Sebelum saya berkata-kata yang keluar dari tema. Intinya, ayo, mari kita coba menghargai peraturan. Sekecil apapun itu. Mulai dari hal kecil, maka hal besar tak akan terasa sulit untuk dijalani.








September 2nd, 2012 on 20:29
klo soal ini mah, dimana2 juga gitu…gak pernah berubah..haha
nice blog, salam kenal dek..
mampir kesini nek sempet,,zamrinata.blogspot.com
tukeran link ya boleh..hahah
September 3rd, 2012 on 08:50
haha, dari hal kecil aja udah begitu gimana hal yang besar?
hehe
thank you mas. oke.
tukeran link ya.
September 3rd, 2012 on 10:06
mau gimana lagi… udah keburu napsu… hahaha
September 3rd, 2012 on 13:36
apaaaa? udah keburu napsu?
waaa
jangan buru-buru mas, ati-ati kalau kesandung.
hehe
September 4th, 2012 on 12:32
di mulai dari diri sendiri dlu..ketika kita syah menjadi manusia, maka kita tak lepas yg namanya aturan. baik tertulis atau tidak. aturan dari agama, lingkungan, negara dll
September 4th, 2012 on 15:48
Setuju sir. Start from our self, start from little thing.
September 15th, 2012 on 21:33
Peraturannya yang kurang tegas sanksinya atau kurang pengawasannya,
jadi pertauran dibuat untuk dijalankan pengawasan dan diketatin sangsinya agar peraturan yang dibuat ditaatin,
September 17th, 2012 on 09:08
Setuju.
tapi masih banyak yang malah menantang sanksi, ingin tahu bgaimana rasanya diberi sanksi.
dan kalau setelah melanggar tidak diberi sanksi ya langsung terus-terusan melanggar.
kebiasaan buruk.
September 20th, 2012 on 08:39
Ngomong-ngomong yang nulis nih dah pernah melanggar peraturan blom?
September 21st, 2012 on 23:58
Alhamdulillah masih merasakan melanggar peraturan pak. heheee
September 27th, 2012 on 14:19
kalo pas jam 5 pagi pas jalan², pasti ngeliat orang yg ngelanggar lampu merah di per-4 an
untungnya aku selalu belok kiri jadi gak ngelanggar
“kiri jalan terus”
salam saking njogja
http://www.siomponk.com
imherry.blogdetik.com
September 28th, 2012 on 15:05
hahaa, pasti alasannya karena gak ada yang liat, atau masih sepi.
salam saking Ngawi.
tapi saya nggih di Jogja mas.
November 28th, 2012 on 18:40
sibuk kuliah to mbak? kok jarang update belog? hihi
December 15th, 2012 on 20:56
Inggih mas. Heheheee
December 17th, 2012 on 15:50
Peraturan itu di buat untuk di patuhi. Salam kenal mbak.
December 18th, 2012 on 16:53
Sudah saatnya Peraturan dirubah makna
January 11th, 2013 on 22:47
Ada gak di RS tempat penjemuran khusus pakaian pasien atau yang nunggu pasien ?
January 22nd, 2013 on 17:18
Menurut anda?